Minggu, 04 Agustus 2013

Ketika Jilbab Hanyalah Formalitas Belaka

Haii...sahabat-sahabat seperjuangan yg dirahmati Allah...^^
Apa yg ada di benak anda tentang judul di atas?!
Mungkin esensinya bisa berbeda-beda namun secara substansial hal tersebut telah menjadi realita kaum hawa dan mayoritas adalah remaja muslimah masa kini. Dimana jilbab hanya menjadi formalitas, disini maksudnya tidak lain tidak bukan bahwa jilbab hanya dijadikan unsur formal untuk sekolah di sekolah islam, kuliah di universitas islam, atau bekerja di lembaga yg mewajibkan memakai jilbab. Tak ayal jilbab hanya dikenakan sewaktu sekolah atau kerja saja, di luar itu jilbab di lepas bahkan dicampakkan begitu saja. Astaghfirullah...emang apa sulitnya sih? Takut jelek, takut gak gaul, takut gak dapet rezeki atau bagaimana? ^^
Padahal islam menganjurkan kita kaum hawa mengenakan jilbab itu ya untuk kebaikan kita juga, melindungi kita dari hal2 yg tidak diinginkan, menjaga permata kita agar tetap berkilau dan hanya diperuntukkan untuk orang-orang terpilih kelak.
Terkadang saya bertanya dalam hati, apakah ada waktu yg tepat untuk berjilbab?
Apakah harus nunggu sempurna dulu?
Lalu, jika memang benar begitu apakah kita bisa menjamin akan tetap hidup pada saat yg tepat itu?
So, girls...jangan rendah diri karena jilbab...
Rendah dirilah jika kita belum berjilbab..
Banyak kok artis setelah berjilbab semakin bersinar...
Don't worry...^^
Yukk kita mulai menata hati untuk lebih baik lagi demi mencapai ridloNya...
Semangaaat!! ^^

«NF»

Jangan Jadi Muslim Alay!!!

         Banyak yang mengira menyingkat frase islami menjadi kalimat pendek adalah bentuk modernitas gaya baru.
         padahal kebiasaan ini sudah ada sejak lama dan bukan sesuatu yang baik untuk dibanggakan.
Di budaya betawi kita bisa lihat kata yaela dari kata Ya Allah atau Lailahailallah. Asumsi ini muncul karena kadang masih kita denger orang bilang 'yaela hailallah' gabungan dari betawi dan frase islami.
karena itu, terutama ABG, jangan ikut tren alay anak muda yang mulai berani menyingkat terminologi islami, ya..^^

              Jangan alaykan nama Allah!
              ada 99 nama yang disukai-Nya...
              siapa? : Ya Rohman, Ya Rohim...dll...yaolo nggak termasuk ya...
             

             apakah boleh kita menyingkat astaghfirullah hal azim jadi astazim atau astajim? Tidak!!
             Saya kaget mendengar teman-teman Adam main game online di rumah, setiap panik bilang astazim ..
            

             Untungnya di antara mereka juga ada yang mengingatkan "Jangan astajim !"
             Daripada menyingkat assalamu'alaikum jadi  askum, ass (dalam bahasa inggris ass berarti apa ya?)
             lebih baik sempurnakan ucapan salam.
             Ucapan salam adalah do'a, dengan mengucapkan camlequm atau lamlekum, kita membatalkan sebuah do'a
            
            Ya Allah, jangan dirubah yaolo atau ya awwo yaah..
             jangan katakan masa olo, tapi Masya Allah..
             Degradasi ajaran islam, salah satunya melalui bahasa, sasaran empuknya melalui anak-anak
             dan generasi muda, jadi jangan alaykan terminologi islam.

oke guys...semoga bisa jadi renungan buat kita yakk..^^#Twitografi Asma Nadia