Jumat, 21 Maret 2014

Apa sih sukses itu?

Assalamu'alaikum.. Sobat, kali ini saya mau sharing tentang materi yang saya dapatkan di kuliah tadi pagi di rumah Asdos Prof.Ali Aziz yakni Bapak Faqih Syarif. Beliau ini adalah motivator spiritual loh..keren banget dah pokoknya! ^^ Beliau mengatakan bahwasanya sukses itu bukan tujuan melainkan suatu perjalanan yang menciptakan nilai tambah untuk diri sendiri dan masyarakat sekitar dalam rangka menuju kehidupan bahagia di alam setelah dunia. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW. , "Khairunnas anfa’uhum linnas", "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga memberikan sebuah ilustrasi yang berbunyi "Kapal yang berlabuh di pelabuhan memang aman, namun bukan itu tujuan dibuatnya kapal" Lalu beliau menjelaskan bahwa sukses itu mencakup: 1. Keimanan yang kokoh 2. Keluarga yang bahagia 3. Tubuh yang sehat 4. Bisnis/karier yang berhasil 5. Hubungan antar manusia yang baik 6. Pertumbuhan dan perkembangan pribadi 7. Manajemen keuangan yang sukses 8. Berporos pada jalan dakwah 9. Hidup yang dinikmati Dan inilah alasan mengapa banyak orang yang gagal? yuk simak paparan bapak Faqih berikut ini. Survei membuktikan banyak orang gagal karena: 1. Tidak ada tujuan hidup 2. Tidak pernah mencatat tujuan 3. Tidak bertanggung jawab atas tindakannya 4. Banyak rencana tanpa tindakan 5. Tidak yakin untuk sukses 6. Malas 7. Salah berteman 8. Manajemen waktu yang lemah 9. Kurang pengembangan diri 10. Tidak ada komitmen untuk sukses 11. Kurangnya hubungan antar manusia 12. Bodoh tapi sombong Yapz..itulah paparan dari Bapak Faqih Syarif tentang hal-hal yang mencakup kesuksesan dan kegagalan. Semoga kita dapat mencernanya dan memperbaiki hidup kita agar lebih bermakna dan bermanfaat yaa..aamiin..:)

Jumat, 07 Maret 2014

Menyikapi Ujian Hidup



Sahabat-sahabatku Rohimakumullah...
Belakangan ini kita sering mendengar berita-berita yang sangat menyayat hati umat Islam, berita apakah itu wahai sahabatku? Di antaranya berita tentang konflik yang terjadi di mesir. Sejak penggulingan Mohammad Mursi sebagai presiden Mesir pada tanggal tiga Juli lalu, telah membawa negeri piramida itu ke bibir jurang perang saudara. Banyak korban yang berjatuhan akibat pembantaian berdarah antara militer mesir dan masyarakat yang mendukung Tuan Morsi. Masya Allah…
Fenomena seperti itu tidak hanya terjadi di Mesir. Beberapa waktu lalu, ingatkah sahabat-sahabatku? terjadi pengepungan Masjidil Aqsho dan seluruh kota di Palestina oleh pasukan Israel. Bisa kita bayangkan, betapa mencekamnya ketika rumah-rumah warga muslim Palestina dikepung. Saat itu, saudara-saudara kita begitu terisolasi, hingga dari hari ke hari persediaan makanan mereka kian menipis. Masya Allah…tidak miriskah kita membayangkan hal itu sahabatku?
Jika kita hanya mengandalkan emosi, mungkin ingin rasanya kita terbang ke daerah-daerah tersebut untuk membantu saudara-saudara kita. Ngge nopo ngge? Namun apakah itu adalah jalan keluar yang menyelesaikan masalah? Kita memang sudah seharusnya ikut memikirkan nasib saudara-saudara kita disana karena sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara, namun cara yang bijak yakni minimal kita harus sedih. Jangan sampai hati kita tidak tersayat ketika melihat saudara-saudara kita teraniaya. Usahakanlah setiap habis sholat mendo’akan mereka. Siapa tahu dengan suntai do’a kita, sebuah peluru tidak jadi mengenai bocah mungil Mesir. Siapa tahu dengan do’a kita, seorang Muslimah yang akan dicelakakan terlindungi oleh Allah SWT.
seperti dalam hadits Rosulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Mu’adz r.a yang artinya: “Waspada terhadap takdir tidak akan menyelamatkan seseorang. Namun berdo’a bermanfaat bagi takdir yang sudah terjadi dan yang belum terjadi. Oleh karena itu, hendaklah kalian berdo’a, wahai hamba-hamba Allah.”
Sahabat-sahabatku yang dimuliakan Allah..
Selama ini, kita masih sering menganggap cobaan itu datang hanya berbentuk kesulitan, sehingga di kala dalam kesulitan, manusia biasanya cenderung lebih dekat dengan Allah. Ngge nopo ngge?
Saat diuji dengan caci-maki, bisa mengadu kepada Allah. Tetapi diuji dengan pujian, peluang sombong malah menjadi besar padahal pujian orang kepada kita muncul hanya karena mereka tidak tahu kejelekan kita.
Dengan demikian, kita memang harus berlindung dalam segala situasi. Jadi kalau kita sedang diuji dengan kesusahan, kita dekati Allah dengan beristighfar dan berdo’a. Dan ketika dilapangkan, usahakan agar kita lebih mendekati Allah lagi dan bersyukur .Semoga dengan begitu Allah lebih melanggengkan kelapangan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7.
  
yang mana artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Sahabat-sahabatku rohimakumullah…
Keprihatinan kita terhadap saudara kita di Mesir  betul-betul harus membuat kita semakin waspada. Jangan-jangan kita punya cobaan yang tidak terasa, seperti kemudahan, kelapangan, pujian, dan sebagainya. Saya yakin sahabat-sahabatku yang cantik dan ganteng ini dapat menyikapi ujian hidup dengan baik dan bijak tanpa harus mengandalkan emosi yang tidak memperhatikan akal dan pikirannya. Aamiin..Allahumma Aamiin…
Mulai saat ini , marilah kita sikapi setiap musibah dengan semakin mengenal Allah. Sebab, apabila seseorang sudah dekat dengan Allah, dia akan sangat meyakini bahwa apapun yang terjadi adalah kehendak Allah. Meskipun dimana-mana cobaan, kalau hati kita hidup dengan ilmu dan dzikir kepada Allah, kita akan selamat dari ujian-ujian tersebut baik kesusahan atau kemudahan. Maka perbanyaklah ilmu, berdzikir, bersyukur, dan berdo’a.
Demikian dari saya, semoga bermanfaat, fastabiqul khoiroot..^^9
tsummasallamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Ketika Cinta-Nya Bertepuk Sebelah Tangan

Bismillahirrohmanirrohim..
Assalamu'alaikum..
Sahabat rohimakumullah..:)
Judul di atas memang menjadi sebuah kontroversi di khalayak ramai, namun marilah sejenak kita bermuhasabah tentang esensi yang terkandung dalam judul tersebut.

Dalam surat Al-A'rof ayat 156 Allah berfirman yang artinya demikian:

"Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya Ada dua cinta yang hakiki dan tak pernah luntur, yaitu cinta Allah kepada hamba-Nya dan cinta ibu terhadap anaknya. Namun keduanya memiliki nilai berbeda. Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman, ”Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.”

     Sahabat, Allah cinta kepada hambaNya, bahkan segala yang Allah takdirkan dan tetapkan untuk kita dalam kehidupan ini, adalah wujud cinta Allah kepada kita. Hanya saja banyak manusia yang tertutup hatinya untuk membaca dan merasakan cinta Allah. Allah tak henti-hentinya mencintai dan menyayangi kita, Dia selalu memberi perhatian sama kita setiap detik, setiap menit, setiap saat Allah selalu memberi kasih sayangNya pada kita. Apapun yang kita butuhkan Allah berikan. Namun apa balasan dari kita? kita malah sibuk dengan cinta-cinta yang lain, cinta kepada sesuatu yang fana. Sibuk mikirin si dia, memberi perhatian si dia, memberi pujian, rela berkorban jiwa dan raga demi cinta kepada makhluk Sang Pemberi cinta. Meski begitu, Allah tetap memberi cinta dan kasih sayang-Nya terhadap kita walau tak sedikitpun kita merasa bahkan membalas cinta-Nya. Astaghfirullah..
     Sahabatku, betapa tidak pekanya kita terhadap cinta dan kasih sayang-Nya yang tak pernah luntur dan tak tertandingi serta tak lekang oleh waktu. Semoga kita bisa mencintai-Nya melebihi cinta kita kepada sesama makhlukNya. Agar cinta-Nya tidak  akan bertepuk sebelah tangan...:)   
Ighfirlanaa yaa Robb...Irhamna Yaa Robb...  Yaa Rohman yaa Rohiim...

#NF