Assalamu'alaikum..
Sahabat rohimakumullah..:)
Judul di atas memang menjadi sebuah kontroversi di khalayak ramai, namun marilah sejenak kita bermuhasabah tentang esensi yang terkandung dalam judul tersebut.
Dalam surat Al-A'rof ayat 156 Allah berfirman yang artinya demikian:
"Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya Ada dua cinta yang hakiki dan tak pernah luntur, yaitu cinta Allah kepada hamba-Nya dan cinta ibu terhadap anaknya. Namun keduanya memiliki nilai berbeda. Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman, ”Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.”
Sahabat, Allah cinta kepada hambaNya, bahkan segala
yang Allah takdirkan dan tetapkan untuk kita dalam kehidupan ini,
adalah wujud cinta Allah kepada kita. Hanya saja banyak manusia yang
tertutup hatinya untuk membaca dan merasakan cinta Allah. Allah tak
henti-hentinya mencintai dan menyayangi kita, Dia selalu memberi
perhatian sama kita setiap detik, setiap menit, setiap saat Allah selalu
memberi kasih sayangNya pada kita. Apapun yang kita butuhkan Allah
berikan. Namun apa balasan dari kita? kita malah sibuk dengan cinta-cinta
yang lain, cinta kepada sesuatu yang fana. Sibuk mikirin si dia, memberi
perhatian si dia, memberi pujian, rela berkorban jiwa dan raga demi cinta
kepada makhluk Sang Pemberi cinta. Meski begitu, Allah tetap memberi
cinta dan kasih sayang-Nya terhadap kita walau tak sedikitpun kita
merasa bahkan membalas cinta-Nya. Astaghfirullah..
Sahabatku, betapa tidak pekanya kita
terhadap cinta dan kasih sayang-Nya yang tak pernah luntur dan tak
tertandingi serta tak lekang oleh waktu. Semoga kita bisa mencintai-Nya melebihi cinta kita kepada sesama makhlukNya. Agar cinta-Nya tidak akan bertepuk sebelah
tangan...:)
Ighfirlanaa yaa Robb...Irhamna Yaa Robb... Yaa Rohman yaa Rohiim...
#NF
#NF
Saranku, kasih pengantar dulu, kisah atau apa gitu. pembaca jangan langsung disodorin ayat Allah, biar lebih ces pleng :DD
BalasHapusaku sih NO ya... di judul. karna Tuhan Maha Cinta ya... jadi gak mungkin bertepuk sebelah tangan.
BalasHapuspada ayat. sangat kontradiksi dengan judunya. di ayat ada kata "hakiki" dan hakiki itu tak terbantah. apakah cinta yang tak terbantah masih bertepuk sebelah tangan.
oke finaly, you still love me :D
membahas tentang cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. tapi tulsian ini memang terkesan to the point. alangkah baiknya kasih muqoddimah dululah, biar pembaca gak kaget, biyar bisa menikmati perjalanan masuk ke inti pembahan yang akan disampaikan. menurutku pembahasan ini masih kurang lengkap. mungkin next perlu diulas lebih banyak lagi yaa.. bisadtmbhai hadist2 atau quots para ulama dll.untuk mendukung tulisan.. :) good luck.. :)
BalasHapusSdh ckp baik tulisan yg sy bca, sy mndptkn psnny tpi itu to the point.. lbih mnrik lgi jika diiringi dgn suatu kisah atau Crta pglmn spya bsa lbh mnkmati tlisan n isi pesanny.. sukses sll shbtku
BalasHapusBgus tlisanx . . .
BalasHapusPha lg pnutupx . . .
Tp,mnurut qw . . .
Cinta tu suci, g kn mngqn trnodai oleh sswt yg lain . . .
Jika sdh trnodai oleh yg lain, brrt tu bkn Cinta lagi . . .
Tp,nafsu, suka, dusta n sebangsanya . . .
Jd, jgn slah brucap . . .
Krn Cinta cma bisa "di rasa" . . .
Mgkin penulis bermaksud mnjelaskan ketidak adilan kita trhadap smua anugrah Allah yg sudah diberikan pada kita. Shingga muncul judul "bertepuk sebelah tangan". Cinta Allah memang hakiki, tp seringkali kt yg merasa bahwa kita sangat tidak adil dlm membalas cintaNya.
BalasHapusmengingatkanku pada seseoang...alhamdulillah dapet penerangan... terima kasih...
BalasHapusjempol untuk pyn bebh zie.....
BalasHapussedikit atau bnyaknya tulisan itu sudah baik kog,,,
dari pda hnya tertera lembaran kosong yg tak mmpunyai makna apa''.....
semangat trus ...... :)
(y) lanjutkan berkarya
BalasHapussudah tak bisa berkomen low tentang cinta :)