Jumat, 07 Maret 2014

Menyikapi Ujian Hidup



Sahabat-sahabatku Rohimakumullah...
Belakangan ini kita sering mendengar berita-berita yang sangat menyayat hati umat Islam, berita apakah itu wahai sahabatku? Di antaranya berita tentang konflik yang terjadi di mesir. Sejak penggulingan Mohammad Mursi sebagai presiden Mesir pada tanggal tiga Juli lalu, telah membawa negeri piramida itu ke bibir jurang perang saudara. Banyak korban yang berjatuhan akibat pembantaian berdarah antara militer mesir dan masyarakat yang mendukung Tuan Morsi. Masya Allah…
Fenomena seperti itu tidak hanya terjadi di Mesir. Beberapa waktu lalu, ingatkah sahabat-sahabatku? terjadi pengepungan Masjidil Aqsho dan seluruh kota di Palestina oleh pasukan Israel. Bisa kita bayangkan, betapa mencekamnya ketika rumah-rumah warga muslim Palestina dikepung. Saat itu, saudara-saudara kita begitu terisolasi, hingga dari hari ke hari persediaan makanan mereka kian menipis. Masya Allah…tidak miriskah kita membayangkan hal itu sahabatku?
Jika kita hanya mengandalkan emosi, mungkin ingin rasanya kita terbang ke daerah-daerah tersebut untuk membantu saudara-saudara kita. Ngge nopo ngge? Namun apakah itu adalah jalan keluar yang menyelesaikan masalah? Kita memang sudah seharusnya ikut memikirkan nasib saudara-saudara kita disana karena sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara, namun cara yang bijak yakni minimal kita harus sedih. Jangan sampai hati kita tidak tersayat ketika melihat saudara-saudara kita teraniaya. Usahakanlah setiap habis sholat mendo’akan mereka. Siapa tahu dengan suntai do’a kita, sebuah peluru tidak jadi mengenai bocah mungil Mesir. Siapa tahu dengan do’a kita, seorang Muslimah yang akan dicelakakan terlindungi oleh Allah SWT.
seperti dalam hadits Rosulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Mu’adz r.a yang artinya: “Waspada terhadap takdir tidak akan menyelamatkan seseorang. Namun berdo’a bermanfaat bagi takdir yang sudah terjadi dan yang belum terjadi. Oleh karena itu, hendaklah kalian berdo’a, wahai hamba-hamba Allah.”
Sahabat-sahabatku yang dimuliakan Allah..
Selama ini, kita masih sering menganggap cobaan itu datang hanya berbentuk kesulitan, sehingga di kala dalam kesulitan, manusia biasanya cenderung lebih dekat dengan Allah. Ngge nopo ngge?
Saat diuji dengan caci-maki, bisa mengadu kepada Allah. Tetapi diuji dengan pujian, peluang sombong malah menjadi besar padahal pujian orang kepada kita muncul hanya karena mereka tidak tahu kejelekan kita.
Dengan demikian, kita memang harus berlindung dalam segala situasi. Jadi kalau kita sedang diuji dengan kesusahan, kita dekati Allah dengan beristighfar dan berdo’a. Dan ketika dilapangkan, usahakan agar kita lebih mendekati Allah lagi dan bersyukur .Semoga dengan begitu Allah lebih melanggengkan kelapangan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7.
  
yang mana artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Sahabat-sahabatku rohimakumullah…
Keprihatinan kita terhadap saudara kita di Mesir  betul-betul harus membuat kita semakin waspada. Jangan-jangan kita punya cobaan yang tidak terasa, seperti kemudahan, kelapangan, pujian, dan sebagainya. Saya yakin sahabat-sahabatku yang cantik dan ganteng ini dapat menyikapi ujian hidup dengan baik dan bijak tanpa harus mengandalkan emosi yang tidak memperhatikan akal dan pikirannya. Aamiin..Allahumma Aamiin…
Mulai saat ini , marilah kita sikapi setiap musibah dengan semakin mengenal Allah. Sebab, apabila seseorang sudah dekat dengan Allah, dia akan sangat meyakini bahwa apapun yang terjadi adalah kehendak Allah. Meskipun dimana-mana cobaan, kalau hati kita hidup dengan ilmu dan dzikir kepada Allah, kita akan selamat dari ujian-ujian tersebut baik kesusahan atau kemudahan. Maka perbanyaklah ilmu, berdzikir, bersyukur, dan berdo’a.
Demikian dari saya, semoga bermanfaat, fastabiqul khoiroot..^^9
tsummasallamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

14 komentar:

  1. 29.Al-Ankaboot ayat 2

    Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

    Bersiaplah menghadapi ujian hidup saat kita berada di jalan kebenaran(berpegang teguh pada agama Allah). Karena hanya dengan ujianlah orang-orang beriman akan mencapai derajat keimanan yang tinggi.

    BalasHapus
  2. Memang pergolakan di Timur Tengah kian terasa akhir-akhir ini. Gedung tinggi mereka dirikan, akhirnya mereka hancurkan. Terkadang kita tak sadar kalau ada pihak ketiga di balik semua itu. Kita perlu merenungkan kembali jalan yang telah dicontohkan oleh Ibrahim beberapa abad yang lalu tentang kasih sayang. Dia diperintahkan Tuhan untuk menyembelih putranya, Ismail. Akan tetapi Ibrahim tetap percaya akan belas kasih Tuhan, yang takkan tega membiarkan darah anak Adam bercucuran di muka bumi..*)

    BalasHapus
  3. mari kita doakan semoga pergolakan di timur tengah mereda.. dan saudara2 kita diberi kekuatan.. amiiin

    BalasHapus
  4. Amiin.. salam Fastabiqul khoirot

    BalasHapus
  5. amiin...
    tiada daya dan upaya kecuali dari Allah..

    BalasHapus
  6. amiin,.
    keep writing, zie zie,.. :)

    BalasHapus
  7. semoga zia yang berisik tambah berisik dengan ceramahnya.. Berisik!

    BalasHapus
  8. setiap musibah, ge disyukuri mawon,,, semua sudah keendak yang maha kuasa

    BalasHapus
  9. inilah tantangan kita...
    ttp be positif think... :)

    BalasHapus
  10. terima kasih atas saran dan kritiknya kawan..
    membangun sekali..:)

    BalasHapus